Berbagi ilmu... Ilmu untuk semua...

Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan

Interaksi Parasit dan Inang.14

 Parasit Dan Parasitisme

  • Parasitisme adalah salah satu bentuk interaksi simbiosis (simbiosis = “hidup bersama”).

  • Parasit: hidup di dalam atau di atas (luar) organisme inang.

    • menggunakan inang untuk proses hidupnya (bergantung).

    • biasanya menyebabkan penyakit pada inang.

    • namun, ada juga yang bisa memberi manfaat bagi kedua pihak.

  • Inang biasanya organisme yang lebih besar dan berfungsi mendukung pertumbuhan serta kelangsungan hidup organisme yang lebih kecil (parasit).

  • Parasitoid adalah organisme yang saat dewasa hidup bebas, tetapi meletakkan telur atau larva pada tubuh inang (biasanya serangga).

Jenis-jenis Parasit

  • Parasit: Serangga yang hidup di atas atau di dalam makhluk hidup lain (tumbuhan/hewan) untuk waktu lama, mengambil energi dari inang dan merusaknya.

  • Parasitoid: Serangga yang tumbuh dengan cara memakan inangnya sampai mati. Saat dewasa hidup bebas, mencari inang, lalu meletakkan telur di dalam atau di dekat inang.

  • Parasitoid primer: Menyerang inang yang bukan parasitoid.

  • Parasitoid sekunder: Menyerang inang yang sudah diparasit oleh parasitoid primer (jadi memparasit parasitoid lain). Bisa wajib atau tidak wajib.

  • Hiperparasitoid: Sama dengan parasitoid sekunder (parasit dari parasit).

  • Koinobiont: Parasitoid yang membiarkan inangnya tetap hidup, makan, dan bertahan, sementara parasit tumbuh di dalamnya.

  • Idiobiont: Parasitoid yang langsung melumpuhkan inangnya secara permanen, lalu bertelur. Larva makan dari inang yang sudah lumpuh.

  • Endoparasitoid: Hidup di dalam tubuh inang. Biasanya termasuk koinobiont.

  • Ektoparasitoid: Hidup di permukaan tubuh inang. Biasanya termasuk idiobiont.

  • Kleptoparasit: Spesies yang mencuri makanan dari spesies lain. Pada serangga biasanya terjadi pada serangga sosial (contoh: lebah koeko). Disebut juga kleptobiosis, karena individu inangnya tidak diparasit langsung. Namun pada parasitoid, kleptoparasitme sejati cukup umum.

  • Parasit sosial: Spesies yang memanfaatkan struktur sosial dari spesies lain, bukan individunya. Biasanya terjadi pada serangga sosial (misalnya tinggal di sarang semut atau rayap).

  • Inquiline: Spesies yang hidup di dalam sarang spesies lain (misalnya sarang semut atau rayap), atau di dalam jaringan tubuh inang (contoh: serangga pembentuk gall). Kehadirannya bisa merugikan atau tidak merugikan inang.

  • Patogen: Spesies yang menyebabkan penyakit pada makhluk hidup lain. Biasanya berupa virus, bakteri, protozoa, atau jamur, baik pada tumbuhan maupun hewan.

  • Vektor: Spesies yang menularkan patogen dari satu inang ke inang lain. Misalnya nyamuk yang menularkan parasit malaria.

  • Multiparasitisme: Kondisi di mana satu inang diserang oleh lebih dari satu jenis parasitoid sekaligus.

  • Superparasitisme: Kondisi di mana terlalu banyak telur diletakkan pada satu inang, lebih banyak daripada sumber daya inang yang bisa mendukung. Telur bisa berasal dari spesies yang sama atau berbeda.

Jumlah Spesies Serangga Parasit

10 famili terbesar pada fauna serangga di Inggris dalam kategori: predator, parasit herbivora, dan parasit karnivora. (Berdasarkan daftar spesies Kloet & Hincks, 1945. Dari Price, 1980).

Predator Jumlah Parasit Herbivora Jumlah Parasit Karnivora Jumlah
Dytiscidae 110 Cecidomyiidae 629 Ichneumonidae 1938
Sphecidae 104 Curculionidae 509 Braconidae 891
Coccinellidae 45 Aphididae 365 Pteromalidae 649
Corixidae 32 Tenthredinidae 358 Eulophidae 485
Cucujidae 32 Noctuidae 298 Tachinidae 228
Hemerobiidae 29 Chrysomelidae 248 Philopteridae 176
Vespidae 27 Cicadellidae 242 Platygasteridae 147
Asilidae 26 Cynipidae 238 Encyrtidae 144
Anthocoridae 25 Olethreutidae 216 Diapriidae 125
Saldidae 20 Miridae 186 Ceraphronidae 108
Rata-rata (MEAN) 45 329 489


Pertahanan Inang terhadap Parasit

Menurut Gross (1993), serangga memiliki berbagai pertahanan perilaku dan morfologi terhadap parasitoid. Ada beberapa kategori:

  1. Mengurangi kemungkinan ditemukan
    – misalnya bersembunyi, meninggalkan tanaman tempat makan, berpindah dari kotoran, atau menghindari area berbahaya.

  2. Pertahanan perilaku & morfologi
    – misalnya menggunakan “perisai” (armor), gerakan menghindar, sekresi pertahanan, atau gerakan agresif untuk melawan parasitoid.

  3. Pertahanan fisiologis dalam tubuh
    – misalnya membunuh telur atau larva parasitoid melalui kapsulasi (pembungkusan), penggunaan senyawa kimia tumbuhan (alelokimia), atau menghasilkan racun sendiri.


Gross (1993) juga membagi pertahanan inang ke dalam 5 kategori utama:

  1. Ciri morfologi: cangkang telur yang kuat, pelapis pelindung (sisik, rambut, kotak, kepompong, kantung sutra, atau jaringan gulungan daun). Pada larva, kulit tebal bisa melindungi. Pupa juga bisa dilindungi dengan kulit tambahan atau berada di dalam kepompong.

  2. Perilaku menghindar: misalnya menggeliat kuat, menjatuhkan diri dengan benang sutra, atau bergerak liar.

  3. Perilaku agresif: menggigit, mengeluarkan zat kimia pertahanan, atau menendang (contoh: kutu daun).

  4. Perlindungan sosial: beberapa serangga hidup berkelompok sehingga bisa saling melindungi, misalnya kutu daun dan serangga pengisap lain yang dijaga oleh semut.

  5. Perawatan oleh induk: ada serangga yang menjaga telur atau anaknya, misalnya beberapa Hemiptera, kumbang, dan Hymenoptera.

Konvergensi Riwayat Hidup (Life-history convergence).

Siklus hidup Swaine jack pine sawfly (serangga herbivora), serta parasitoid yang menyerang setiap tahap hidupnya (sebagai karnivora primer) dan parasitoid lain yang menyerang parasitoid tersebut (karnivora sekunder). (Sumber: Price and Tripp, 1972).


Penjelasan Sederhana:

  • Herbivora (inang utama): Serangga pemakan tumbuhan (Swaine jack pine sawfly).

  • Karnivora primer (parasitoid): Serangga yang menyerang dan memakan sawfly di tiap tahap hidupnya (mulai dari telur, larva, pupa/kepompong, hingga dewasa).

  • Karnivora sekunder (hiperparasitoid): Serangga lain yang tidak menyerang sawfly langsung, tapi menyerang parasitoid yang sudah memarasit sawfly.

Jadi, ada rantai interaksi bertingkat:

  • Tumbuhan → dimakan herbivora (sawfly).

  • Herbivora → diparasit oleh parasitoid (karnivora primer).

  • Parasitoid → diserang lagi oleh hiperparasitoid (karnivora sekunder).



Share:

Praktik Pembuatan PCO & Penanaman Umbi Kentang

 Oleh : Rohim (Mahasiswa Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung) & Alfian (Petani Muda Kelompok Tani Pangalengan-Bandung)


Apa itu POC (Pupuk Organik Cair)?

POC adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami seperti tumbuhan atau limbah organik, yang difermentasi hingga menghasilkan cairan kaya nutrisi. POC membantu menyuburkan tanah, meningkatkan nutrisi tanaman, 

Kenapa Menggunakan Gedebog (Batang Pisang)?

Gedebog pisang sangat cocok dijadikan bahan dasar POC karena:

1. Mudah didapat. 

2. Cepat terurai, cocok untuk proses fermentasi.

3. Kaya nutrisi, terutama nitrogen, yang sangat penting untuk pertumbuhan daun dan batang tanaman.

Keunggulan POC dari Gedebog Pisang (Dilihat dari Kandungannya):

1. Tinggi nitrogen alami – mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman (daun dan batang).

PEMBUATAN PCO

Untuk membuat pupuk organik cair dari batang pisang, pertama-tama siapkan bahan-bahan dan alat yang diperlukan.

Bahan-bahan:

-           3 kg batang pisang (dianjurkan menggunakan bagian dalam yang berwarna putih)

-           500 gram gula pasir atau gula aren

-           8 liter air tanah.

-           1-2 Air cucian beras

-           Yakult 2 botol

Alat-alat yang perlu dipersiapkan meliputi alat pencacah seperti:

-         Pisau atau parang, atau benda tajam lainnya

-         tong atau ember yang dapat ditutup rapat

-         serta karung bekas

proses pembuatan pupuk organik dapat dimulai.

-        Pertama, cincang batang pisang hingga berukuran kecil lalu masukkan ke dalam karung.

-        Selanjutnya, larutkan gula ke dalam tong atau ember yang sudah diisi air tanah dan juga air cucian beras, aduk hingga merata.

-        Setelah larutan siap, masukkan cincangan batang pisang yang telah dibungkus karung ke dalam larutan air gula tersebut.

-        Tutup tong atau ember rapat-rapat dan biarkan Minimal 1 minggu hingga 2 minggu (saran: selama 10 hari untuk proses fermentasi).

-        Note: Agar hasil fermentasi maksimal, setiap hari buka tutup tong atau ember selama beberapa saat untuk mengeluarkan uap, kemudian tutup kembali dengan rapat.

NOTE:

·     Pupuk organik cair dinyatakan sudah terbentuk apabila campuran bahan tersebut mengeluarkan bau khas seperti bau tape.

·     Apabila bau yang muncul justru menyerupai bau air comberan, maka pembuatan pupuk dapat dipastikan gagal.

·     Jika berhasil, segera angkat karung berisi cacahan batang pisang dari wadah, dan gunakan air hasil fermentasi sebagai pupuk cair. Sementara itu, sisa batang pisang di dalam karung juga dapat dimanfaatkan sebagai kompos.

Proses pembuatan pupuk organik ini dapat dipercepat dengan memperbanyak bahan sesuai kelipatan. Misalnya, untuk mempercepat produksi, Anda dapat menggunakan 1 kg gula, 5 kg batang pisang, dan 15 liter air sekaligus.

Cara pemakaian pupuk organik cair dari batang pisang cukup sederhana.

Campurkan pupuk cair tersebut dengan air tanah dengan perbandingan 1:15, yaitu 1 bagian pupuk cair dengan 15 bagian air tanah. Pupuk ini dapat diaplikasikan dengan cara disiramkan di sekeliling tanaman sebanyak dua kali dalam seminggu untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

 

PRAKTIK PENANAMAN UMBI KENTANG

> Media Tanam

Media tanam yang digunakan terdiri dari: Tanah, Sekam padi, Kotoran hewan (1:1), Kapur dolomit (secukupnya).

>  Penanaman

Proses penanaman dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai standar budidaya.

> Perawatan Tanaman

- Pupuk NPK diberikan dua minggu sekali dengan cara dilarutkan dalam air terlebih dahulu sebelum disiramkan ke tanaman.

- Pastikan tanaman mendapat air dan sinar matahari yang cukup.

>  Penanganan Hama

- Biasanya menggunakan Pestisida

- Untuk mengusir hama secara alami, dapat digunakan larutan rendaman puntung rokok. 

Caranya: rendam puntung rokok dalam air selama 3 hari, kemudian gunakan air rendamannya untuk disemprotkan ke tanaman yang terserang hama.

 



Share:

Sel Tumbuhan dan Sel Hewan




Sel adalah unit dasar penyusun makhluk hidup yang dapat menjalankan semua fungsi kehidupan. Setiap sel terdiri dari berbagai komponen yang memiliki fungsi dan peran tertentu, dan tentunya saling memiliki keterikatan. Sel dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu sel prokariotik yang tidak memiliki inti sel yang terbungkus membran dan sel eukariotik yang memiliki inti sel yang jelas terpisah dari sitoplasma. Sel berfungsi untuk melakukan berbagai aktivitas seperti pertumbuhan, reproduksi, dan pengolahan energi.


SEL HEWAN

1. Membran Sel (Membran Plasma): 
Lapisan terluar yang membungkus sel, Terdiri dari lapisan ganda lipid (fosfolipid) dan protein, yang berfungsi mengatur keluar masuknya zat-zat antara sel dan lingkungannya.
2. Sitoplasma:
Cairan kental (sitosol) seperti gel yang mengisi bagian dalam sel, Tempat organel-organel sel berada dan tempat terjadinya berbagai reaksi kimia.
3. Retikulum Endoplasma (RE):
Jaringan membran yang berbentuk seperti labirin.
Terdiri dari dua jenis:
RE Kasar: Dilengkapi ribosom, berperan dalam sintesis protein.
RE Halus: Tidak memiliki ribosom, berperan dalam sintesis lipid, detoksifikasi, dan metabolisme karbohidrat.
4. Ribosom:
Organel halus (kecil) yang terdiri dari RNA dan protein, Berperan dalam sintesis protein. Ada yang menempel pada RE kasar, ada juga yang bebas di sitoplasma.
5. Badan Golgi (Aparatus Golgi):
Tumpukan kantong membran yang pipih, Berfungsi memodifikasi, menyortir, dan mengemas protein untuk diangkut ke tujuan akhir mereka (seperti: membran plasma, retikulum endoplasma, mitokondria, lisosom dll).
6. Lisosom:
Kantong membran yang berisikan enzim pencernaan, berperan dalam proses pencernaan intraseluler dan juga berfungsi mencerna zat-zat sisa, partikel makanan, dan organel yang rusak.
7. Mitokondria:
Organel berbentuk oval dengan membran ganda, berfungsi sebagai "pembangkit tenaga" sel, menghasilkan energi melalui respirasi seluler. Menghasilkan ATP(Adenosine triphospate) yang merupakan sumber energi seluler.
8. Nukleus (Inti Sel):
Organel terbesar dalam sel, dikelilingi oleh membran ganda. Berisi materi genetik (DNA) dan mengendalikan aktivitas sel. Didalamnya terdapat Nukleolus.
    8.1 Nukleolus:
    Struktur padat di dalam nukleus, tempat sintesis ribosom.
9. Sentrosom:
Daerah di sitoplasma dekat nukleus yang mengandung sepasang sentriol. Fungsi utama: pusat pengatur mikrotubulus dalam sel hewan. Dengan Perannya yaitu: mengorganisasi mikrotubulus untuk membentuk kerangka sel dan jalur transportasi intraseluler, pembelahan sel dengan membentuk benang spindel. membantu pemisahan kromosom selama mitosis dan meiosis.
10. Sitoskeleton:
Jaringan serat protein yang tersebar di seluruh sitoplasma. Terdiri dari mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Berfungsi memberikan dukungan struktural pada sel. Berperan dalam pergerakan sel, transportasi intraseluler, dan pembelahan sel. Dapat ditemukan di semua jenis sel eukariotik (hewan dan tumbuhan).
11. Peroksisom (Badan Mikro):
Organel kecil mengandung enzim oksidatif (katalase), berperan dalam detoksifikasi senyawa beracun dan oksidasi asam lemak. Berbentuk bulat yang dikelilingi oleh membran tunggal. Fungsi: Memecah asam lemak dan menghasilkan hidrogen peroksida (H₂O₂), Mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Ada di hewan dan tumbuhan 
12. Vesikel:
Kantong kecil yang dikelilingi (terbungkus) oleh membran. Berfungsi untuk menyimpan dan mengangkut materi (zat-zat) di dalam sel, seperti: Mengangkut protein, lipid, dan molekul lain antar organel. Berperan dalam endositosis dan eksositosis.



SEL TUMBUHAN

1. Dinding Sel
Dinding sel adalah lapisan kaku yang terletak di luar membran plasma, tersusun atas selulosa. Berperan penting dalam memberikan dukungan struktural, melindungi sel dari tekanan mekanis, membantu mempertahankan bentuk sel, serta berperan mengatur pertukaran zat antara sel dan lingkungannya.
2. Membran Plasma (Membran Sel)
3. Sitoplasma
4. Organel-organel Sel

a. Vakuola
Kantong yang berisi cairan, dikelilingi oleh membran (tonoplas). Berfungsi menyimpan air, nutrisi, dan limbah, serta menjaga tekanan turgor sel.
b. Kloroplas
Organel yang mengandung klorofil (pigmen hijau) berfungsi dalam fotosintesis. dengan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia.
c. Mitokondria
d. Retikulum Endoplasma (RE)
e. Badan Golgi (Aparatus Golgi)
f. Ribosom
g. Peroksisom

h. Nukleus (Inti Sel): Singkanya Organel terbesar (pada tumbuhan), dikelilingi oleh membran ganda (amplop nukleus) dan mengandung DNA.
























Share:

Spesies, Populasi, Komunitas, Ekosistem, Bioma, dan Biosfer

SPESIES
Spesies merupakan unit dasar dalam klasifikasi makhluk hidup, terdiri dari organisme yang memiliki kesamaan ciri: Seperti konsep morfologi (berdasarkan bentuk dan struktur tubuh) atau konsep filogenetik (berdasarkan hubungan evolusi), serta dapat berkembang biak atau kawin (breeding) secara alami untuk menghasilkan keturunan yang fertil (subur) atau berkembang biak dengan baik. Setiap spesies memiliki nama ilmiah yang terdiri dari dua kata dalam sistem binomial nomenklatur. Contohnya: seperti Manusia (Homo sapiens), Kucing (Felis catus), dan pohon mangga (Mangifera indica).

POPULASI
Populasi merupakan sekumpulan individu dari spesies yang sama yang menempati suatu wilayah tertentu pada waktu yang bersamaan. Dalam ekosistem, populasi dapat bervariasi dalam jumlah dan kepadatan tergantung pada faktor lingkungan seperti ketersediaan makanan, predasi (interaksi biologis: predator (memburu, memangsa,menangkap), serta kondisi iklim. Contohnya: seperti populasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, populasi ikan lele di sebuah kolam, atau populasi pohon pinus di suatu hutan. Populasi ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari komunitas yang terdiri dari berbagai spesies lain yang saling berinteraksi dalam suatu ekosistem.

KOMUNITAS
Komunitas merupakan kumpulan berbagai populasi dari spesies yang berbeda yang hidup bersama dan saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu. Interaksi dalam komunitas dapat berupa hubungan simbiosis, predasi, atau kompetisi yang memengaruhi keseimbangan ekosistem. Contohnya: Seperti komunitas hutan hujan tropis terdiri dari populasi pohon, populasi hewan seperti burung dan harimau, serta populasi mikroorganisme yang berperan dalam dekomposisi. 

EKOSISTEM
Ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan fisiknya (komponen abiotik). Dalam ekosistem, organisme hidup berinteraksi satu sama lain serta dengan faktor-faktor lingkungan seperti iklim, tanah, air, dan sinar matahari. Interaksi ini menciptakan keseimbangan alami yang memungkinkan kehidupan berlangsung secara berkelanjutan.

Komponen ekosistem terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik mencakup makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, yang saling berinteraksi melalui rantai makanan, jaring-jaring makanan, serta hubungan simbiosis. Sementara itu, komponen abiotik meliputi faktor fisik dan kimia seperti tanah, air, udara, serta cahaya matahari yang berperan dalam mendukung kehidupan. Dalam ekosistem, terjadi berbagai bentuk interaksi seperti predasi (interaksi biologis), kompetisi, dan mutualisme, yang menentukan dinamika populasi dalam suatu lingkungan.

Setiap ekosistem memiliki mekanisme aliran energi dan siklus materi yang menjaga keseimbangan ekologi. Energi dalam ekosistem berasal dari matahari dan mengalir melalui produsen (tumbuhan), konsumen (hewan), dan pengurai (dekomposer). Selain itu, materi dalam ekosistem mengalami daur ulang melalui siklus biogeokimia seperti siklus air, karbon, dan nitrogen. Contoh Ekosistem: Seperti ekosistem hutan, ekosistem laut, ekosistem gurun, dan ekosistem air tawar.

BIOMA 
Bioma merupakan ekosistem besar yang mencakup wilayah geografis luas dengan karakteristik iklim, vegetasi, dan fauna yang khas. Setiap bioma memiliki komunitas tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang beradaptasi dengan kondisi lingkungan tertentu, seperti suhu dan curah hujan. Contoh bioma : meliputi hutan hujan tropis yang lembap dan kaya keanekaragaman hayati, padang rumput yang didominasi oleh rerumputan, gurun yang kering dengan vegetasi tahan kekeringan, tundra yang dingin dengan tanah beku (permafrost), serta taiga yang terdiri dari hutan konifer di daerah beriklim sedang hingga dingin.

BIOSFER
Biosfer adalah keseluruhan bagian bumi yang mendukung kehidupan, mencakup semua ekosistem dan bioma. Biosfer meliputi berbagai komponen seperti atmosfer bagian bawah (udara), hidrosfer (perairan), dan litosfer (daratan), yang menjadi tempat berlangsungnya kehidupan. Semua makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun mikroorganisme, berinteraksi dengan lingkungan fisiknya dalam biosfer. Berbeda dengan bioma yang memiliki batasan geografis tertentu, biosfer merupakan sistem ekologi global yang mencakup seluruh kehidupan di bumi serta interaksi kompleks di antara komponen-komponennya.



Share:

Telaah Singkat Kingdom Animali (Zoologi)


Oleh: M. Haris M. & Rohim

(Mahasiswa Biologi UIN Bandung)



Ciri-ciri Kingdom Animalia

a) Semua organismenya merupakan organisme eukariotik (jenis sel yang dimiliki hewan)

b) Multiseluler (terdiri lebih dari satu sel)

c) Bersifat heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)

d) Tidak mempunyai dinding sel

e) Dapat bergerak aktif

f) Terdiri dari habitat darat dan akuatik

g) Bereproduksi secara seksual dan aseksual

h) Kingdom ini mempunyai keanekaragaman paling tinggi.

Klasifikasi:

Kingdom Animalia dapat diklasifikasikan berdasarkan simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuhnya. Berikut klasifikasi kingdom animalia:

Simetri Tubuh

1) Simetri Radial

Hewan dengan simetri radial memiliki susunan tubuh yang tersusun melingkar. Hewan ini hanya mempunyai bagian oral (puncak) dan aboral (dasar). Contohnya: bintang laut.

2) Simetri Bilateral

Simetri ini menggambarkan organisme yang bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan yang lain. Apabila diambil garis memotong dari mulut ke anus, maka akan menghasilkan bagian tubuh kanan kiri yang sama.

Organisme yang termasuk simetri bilateral memiliki sisi atas (dorsal), sisi bawah (ventral), sisi kepala (anterior), sisi ekor (posterior), dan sisi samping (lateral). Contohnya: manusia.

Lapisan Penyusun Tubuh

1) Hewan Diploblastik

Klasifikasi hewan ini mempunyai dua lapisan sel pembentuk tubuh, yaitu ektoderma (lapisan luar) dan endoderma (lapisan dalam).

2) Hewan Triploblastik

Hewan jenis ini memiliki tiga lapis sel pembentuk tubuh. Sel-sel tersebut yakni ektoderma, mesoderma (lapisan tengah), endoderma.

Sel ektoderma pada hewan triploblastik berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf. Mesoderma menjadi jaringan otot dan jaringan lainnya, sedangkan sel endoderma menjadi usus dan kelenjar pencernaan.

Hewan triploblastik kemudian dibagi lagi berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh, yaitu:

1) Aselomata

Hewan yang punya rongga di antara usus dan tubuh terluarnya

2) Pseudoselomata

Hewan yang punya rongga dalam saluran tubuh yang berisi cairan dan tanpa dibatasi jaringan dari mesoderma

3) Selomata

Hewan yang punya rongga tubuh dalam saluran tubuh yang berisi cairan dan dibatasi jaringan dari mesoderma.

9 Filum:

1) Porifera

Filum porifera terbagi menjadi tiga kelas:

a) Kelas Calcarea

Hidup di laut dan memiliki spikula dari kalsium karbonat. Contoh: Scypha dan Grantia

b) Kelas Hexactinellida

Punya spikula terbuat dari silika kuarsa atau pasir. Contoh: Hyalonema dan Regadrella

c) Kelas Demospongiae

Memiliki spikula dari silika serta kerangka yang terbuat dari spikula dan spongia. Contoh: Haliscara dan Cliona.

2) Coelenterata (Cnidaria)

Istilah coelenterata berasal dari kata Yunani. "Coelom" artinya rongga dan "enteron" berarti usus. Jadi, coelenterata diartikan sebagai hewan yang memiliki rongga tubuh.

Organisme yang termasuk filum ini bersifat terikat pada tempat (polip), tapi ada juga yang tidak terikat (medusa). Bentuk tubuh hewan cnidaria yakni simetris radial. Serta tubuhnya terdiri dari dua lapisan jaringan yakni epidermis dan gastrodermis, dan satu lapisan mesoglea. Contoh hewan filum coelenterata, antara lain hydra dan ubur-ubur.

3) Platyhelminthes

Platyhelminthes umumnya dikenal sebagai cacing pipih. Organisme yang termasuk filum ini memiliki ujung posterior (ekor), permukaan ventral, dan permukaan dorsal. Kebanyakan cacing ini hidup sebagai parasit, tapi ada juga yang hidup bebas di air tawar dan air laut.

Tubuh hewan filum platyhelminthes tidak memiliki sistem rangka, sistem pernapasan, dan sistem peredaran darah. Contoh hewan filum ini, yakni cacing pita dan planaria.

4) Nemathelminthes

Nemathelminthes atau cacing gilig punya tubuh berbentuk silindris dan bulat panjang. Hewan ini termasuk simetris bilateral dan triploblastik pseudocoelom. Hidup cacing ini bebas tetapi beberapa ada yang menjadi parasit.

Cacing gilig dapat ditemukan di darat, air tawar, dan air laut. Contoh hewan filum nemathelminthes, antara lain ascaris lumbricoides (cacing filarial) dan oxyuris vermicularis (cacing kremi).

5) Annelida

Annelida berasal dari kata "annulus" berarti cincin dan "oidos" artinya bentuk. Jadi, hewan filum ini dikenal sebagai cacing yang berbentuk cincin.

Ciri-ciri umum filum annelida, yakni memiliki tubuh yang simetris bilateral, tubuhnya dibedakan menjadi kepala dan ekor, dan habitat organismenya bisa di : laut, air tawar maupun darat. Contoh hewan filum annelida, seperti cacing tanah dan lintah.

6) Mollusca

Mollusca berasal dari bahasa Latin yang artinya lunak. Filum mollusca menjadi salah satu kelompok terbesar dalam kingdom animalia. Hal ini karena anggotanya mencapai 100.000 spesies binatang.

Tubuh mollusca diselubungi sel dinamakan mantel. Sebagian besar mollusca hidup di laut, tapi beberapa spesiesnya hidup di air tawar.

Hewan yang termasuk filum ini pada umumnya punya bentuk tubuh simetri bilateral, relatif bulat, pendek, serta sistem pencernaannya dan sistem peredaran darah lengkap. Contoh filum Mollusca, antara lain siput dan gurita.

7) Echinodermata

Echinodermata adalah hewan berkulit duri. Bentuk tubuhnya simetri radial dan rangka dalamnya berupa zat kapur dengan tonjolan duri di permukaan. Hewan filum ini bisa hidup di pantai sampai laut kedalaman 10.000 meter.

Hidup hewan echinodermata bebas, gerakannya lambat, dan tidak hidup sebagai parasit. Beberapa spesiesnya hidup menempel (sesil). Contoh filum echinodermata, meliputi bulu babi dan bintang laut.

8) Arthropoda

Arthropoda berasal dari kata "arthros" berarti ruas dan "podos" berarti kaki. Jadi, arthropoda merupakan binatang yang kakinya beruas.

Hewan yang tergolong arthropoda punya tubuh bersegmen, berbentuk simetri bilateral, dan triploblastik selomata. Binatang filum ini diketahui sekitar 900.000 spesies. Hewan yang termasuk arthropoda dapat hidup di darat sampai ketinggian 6.000 meter dan hidup di air hingga kedalaman 10.000 meter. Contoh filum arthropoda, antara lain laba-laba, kupu-kupu, dan nyamuk.

9) Chordata

Chordata adalah organisme yang dalam hidupnya pernah mempunyai notochord yang berperan untuk menyokong tubuh. Notochord yang dimiliki memanjang sepanjang tubuh dan letaknya antara sistem saraf punggung dengan sistem pencernaan.

Sistem saraf chordata terbentuk dari lempengan bagian dorsal ektoderma. Terdapat sepasang celah faring yang berfungsi untuk menyaring makanan dan udara. Filum chordata terbagi menjadi subfilum: urochordata, cephalochordata, dan vertebrata.


Share:

Entomologi (Serangga)



Entomologi,
berasal dari bahasa Yunani kuno (entomon yang berarti serangga) dan (logia yang berarti studi/ilmu tentang), sehingga entomologi adalah cabang ilmu biologi yang memepelajari ilmu tentang serangga. Entomologi merupakan disiplin ilmu yang mengkaji segala aspek kehidupan serangga, mulai dari struktur tubuh, perilaku, hingga perannya dalam ekosistem. Entomologi merupakan cabang dari ilmu zoologi, yang mencakup ilmu yang memepelajari arthropoda (hewan yang beruas-ruas) khusunya seperti laba-laba dikenal dengan Arachnida serta luwing dan juga millepoda. 
Sama dengan cabang ilmu zoologi lainnya, entomologi memiliki landasan taksonomi. Bidang ini menyelidiki serangga secara mendalam, meliputi studi tentang gen, perilaku, struktur tubuh, fungsi tubuh, klasifikasi, hubungan evolusi, dan interaksi serangga dengan lingkungannya.

Beberapa cabang ilmu atau sub bidang entomologi, di antaranya sebagai berikut:

Kingdom: Animalia (Hewan)
Phylum: Arthropoda (Artropoda)
Class: Insecta (Serangga)
Sub Class: 1. Apterygota (tanpa sayap); 2. Pterygota (bersayap)
Ordo: 
1. Collembola,
2. Diplura,
3. Microcoryphia,
4. Protura,
5. Thysanura

Sljt...
1. Anoplura
2. Coleoptera (kumbang, kunang-kunang
3. Dermaptera (cocopet, 
4. Diptera (lalat rumah, nyamuk 
5. Embioptera
6. Hemiptera (kepik, tonggeret, kepik daun, kepinding, anggang-anggang
7. Homoptera
8. Hymenoptera (semut, lebah, tawon
9. Isoptera (rayap, 
10. Lepidoptera (ngengat, kupu-kupu,
11. Mallophaga 
12. Mecoptera
13. Neuroptera (serangga tertua dapat melakukan metamorfosisi sempurna
14. Odonata (capung, capung jarum, 
15. Orthoptera (belalang, jangkrik, belalang juta
16. Plecoptera
17. Psocoptera (perlu kajian
18. Siphonaptera (pinjal: parasit peminum darah pada mamalia dan aves
19. Strepsiptera
20. Thysanoptera
21. Trichoptera
22. Zoraptera
23. Blattodea (kecoak, rayap, 
24. Plecoptera (lalat batu, 
25. Epheromenoptera (lalat capung
26. Mantodea (belalang sentadu, 





Share:

Serangga dan Tumbuhan.9


 HERBOVORY INSECT

Serangga herbivora memiliki arti serangga yang mengeksploitasi bagian-bagian tumbuhan untuk makanan mereka, yang kemudian dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa guild (feeding guild atau functional group). 

 Kelompok pemakan tumbuhan: 

 • Chewer (pemakan daun, batang, bunga, pollen, biji,dan akar) 

 • Miner dan borrer (memakan antar permukaan tumbuhan) 

 • Gall-former (tinggal dan makan di dalam tumbuhan serta menginduksi produksi reaksi pertumbuhan abnormal pada jaringan tumbuhan) 

 • Sap-suckers (menyerap cairan tumbuhan). 

 • Predator dan frugivore (mengkonsumsi bagian reproduksi dari tumbuhan).

Categories of interactions

Herbivora (Fhytophagy) : mengunyah duan, menghisap getah, memakan biji-bijian, dll

Mutualisme Serangga dan tanaman : seperti penyerbukan, tanaman menyediakan nakanan bagi serangga

Antagonisme (- or + ) : yang satu di untungkan satu di rugikann

komensalimse : yang satu dapat menfaat yang lain tidak.




Share:

Tes Tulis seputar mikroalga

2. Mikroalga memiliki peran krusial dalam produksi oksigen di Bumi, untuk manusia sendiri oksigen yang dihasilkan mikroalga sangat penting untuk pernapasan. Selain itu, mikroalga juga memiliki potensi besar sebagai sumber bahan bakar alternatif, makanan sehat

3. Blooming mikroalga terjadi ketika kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan alga secara eksponensial. Faktor utama:

- Ketersediaan nutrisi: seperti nitrogen dan fosfor

- suhu air : suhu air hangat mempercepat pertumbuhan mikroalga

- caha matahari: ketersediaan cahaya matahari yang baik

- ada karbondioksida yang cukup

3.3. Dampaknya apa

- kualitas air menurun

- toksin alga

- gangguan ekosistem

4. cara berbisnis mikroalga agar tidak merugi.

- Untuk memaksimalkan keuntungan, penting untuk melakukan diversifikasi produk. Produk harus pariatif (banyak produk yang di hasilkan.

- memahami pasar dan kebutuhan konsumen

- menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti lembaga penelitian, industri pengolahan, dan pemerintah, juga dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.


Share:

10 Hadits Yang Berhubungan Tentang Biologi




a. Larangan Menebang Tumbuhan 

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَحْوَلُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَدِينَةُ حَرَمٌ مِنْ كَذَا إِلَى كَذَا لَا يُقْطَعُ شَجَرُهَا وَلَا يُحْدَثُ فِيهَا حَدَثٌ مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man telah menceritakan kepada kami Tsabit bin Tazid telah menceritakan kepada kami 'Ashim Abu 'Abdurrahman Al Ahwal dari Anas radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Madinah adalah tanah suci dari ini dan ini. Yaitu tidak boleh ditebang pepohonannya dan tidak boleh berbuat kemungkaran didalamnya. Barangsiapa yang berbuat kemungkaran (bid'ah) yang dilarang agama didalamnya maka orang itu akan mendapat laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia" (HR. Al-Bukhari: 1734). Klik di sini


b. Larangan Kencing Berdiri

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ قَائِمًا فَلَا تُصَدِّقُوْهُ مَا كَانَ يَبُوْلُ إِلَّا جَالِسًا
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha beliau berkata, ‘Barangsiapa yang berkata bahwa Rasulullah kencing dengan berdiri, maka jangan kalian benarkan. Rasulullah tidak pernah kencing kecuali dengan duduk’.” (HR. An-Nasa’i). Klik di sini


c. Larangan Minum dan Makan Dengan Posisi Berdiri

وعن أبي سعيد أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم نهى عن الشرب قائما رواه أحمد ومسلم
“Dari Abu Said bahwa Nabi SAW melarang minum sambil berdiri,” (HR Ahmad dan Muslim). Klik di sini


d. Mengusap Kepala Saat berwudhu

وَعَنْ عَلِيٍّ – رضي الله عنه – -فِي صِفَةِ وُضُوءِ اَلنَّبِيِّ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ: – وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَاحِدَةً. – أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد َ
Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata tentang tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kepalanya dengan sekali usap” (HR. Abu Daud, no. 111; Tirmidzi; An-Nasai secara ringkas, 1:68. Hadits ini sahih. Lihat Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 1:153). Klik di sini


e. Keutamaan Shalat Malam

عن جابر رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يقول: إنَّ في اللَّيْلِ لَسَاعَةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْألُ الله تَعَالَى خَيْرًا مِنْ أمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، إِلاَّ أعْطَاهُ إيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ. رواه مسلم
Artinya: “Dari Jabir, ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya di waktu malam itu ada satu waktu yang tidak didapati oleh seorang Muslim, di mana jika ia meminta suatu kebaikan pada Allah, baik urusan dunia maupun akhirat, melainkan Allah akan mengabulkannya. Waktu tersebut ada di setiap malam’.” (HR Muslim) Klik di sini


f. Larangan Mengkhususkan Berpuasa pada hari Jumat 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : « لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ » (متفق عليه)
Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata, aku mendengar Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “ Jangan kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali jika kamu juga berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya ” (HR. Bukhari dan Muslim) Klik di sini


g. Keutamaan orang mandi di hari Jumat maka itu merupakan pembersihnya hingga Jumat berikutnya

وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يَقُولُ : « مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَانَ فِي طَهَارَةٍ إِلَى الْجُمُعَةِ الأُخْرَى ». (رواه الطبراني وغيره)
Dari Abu Qatadah radhiyallohu anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “ Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat maka dia berada dalam keadaan suci hingga Jumat berikutnya ” (HR. Thabrani, Abu Ya'la, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Hakim. Klik di sini


h. Adab Makan (Larangan Berlebih-lebihan)

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ, عَنْ أَبِيهِ, عَنْ جَدِّهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( كُلْ, وَاشْرَبْ, وَالْبَسْ, وَتَصَدَّقْ فِي غَيْرِ سَرَفٍ, وَلَا مَخِيلَةٍ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَأَحْمَدُ, وَعَلَّقَهُ اَلْبُخَارِيُّ
Dari 'Amr Ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, radhiyallāhu 'anhum (semoga Allāh meridhai mereka) berkata, Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, “Makanlah dan minumlah dan berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa berlebihan (isrāf) dan tanpa rasa sombong.” (HR Abū Dāwūd dan Ahmad dan Al-Imām Al-Bukhāri meriwayatkan secara ta'liq). Klik di sini


i. Mandi Karena Keluar Mani (Semen)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليهوسلم – اَلْمَاءُ مِنْ اَلْمَاءِ
 رَوَاهُ مسْلِم - وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيّ
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu , ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Air itu dari air (mandi junub itu disebabkan karena keluar mani) .” (Diriwayatkan oleh Muslim, dan asalnya hadits ini dari Al-Bukhari). [HR. Bukhari, tidak. 180 dan Muslim, no. 343, 345]. Klik di sini


j. Mandi Karena Hubungan Intim Meskipun Tidak Ejakulasi

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اَلْأَرْبَعِ, ثُمَّ جَهَدَهَا, فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْه
زَادَ مُسْلِمٌ: “وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ “
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Jika seseorang benar-benar melakukan hubungan intim dengan istrinya juga bertemu dua kemaluan, ia diwajibkan untuk mandi .” ( Muttafaqun 'alaih ) [HR. Bukhari, tidak. 291 dan Muslim, no. 348]
Dalam riwayat Muslim terdapat tambahan, “ Meskipun tidak keluar mani .” [HR. Muslim, tidak. 348] Klik di sini





Share:

Regulasi Pertumbuhan, Transduksi Sinyal dan Mekanisme Transportasi Tumbuhan

Regulasi Pertumbuhan Tumbuhan

Regulasi pertumbuhan tumbuhan, atau hormon tumbuhan, adalah zat yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan.

Berikut Jenis Hormon Tumbuhan yaitu:
Auxin: Mendorong pemanjangan sel dan berperan dalam perkembangan akar serta dominasi apikal.
Gibberellin: Menginduksi pemanjangan sel dan pembelahan sel, serta membantu dalam perkecambahan biji.
Cytokinin: Memfasilitasi pembelahan sel dan menghambat penuaan.
Asam absisat: Mengatur dormansi dan penutupan stomata.
Etilena: Mempercepat pematangan buah dan senescens, serta mempengaruhi pembungaan.

Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tumbuhan

Pengaruh lingkungan
Tumbuhan merespons rangsangan lingkungan melalui tropisme (pertumbuhan ke arah stimulus) dan gerakan nasti (respons yang tidak tergantung pada arah stimulus). Fototropisme dan Gravitropisme adalah contoh respons terhadap cahaya dan gravitasi yang melibatkan pengaturan distribusi hormon.


Interaksi Hormon
Hormon-hormon ini berinteraksi satu sama lain untuk mengatur proses seperti pembentukan akar, pertumbuhan tunas, dan pembungaan. Rasio auxin dan sitokinin mempengaruhi diferensiasi organ dalam kultur jaringan.

Transduksi Sinyal
Transduksi sinyal merupakan proses di mana sel menerima, memproses, dan merespons sinyal eksternal melalui jalur molekuler tertentu. Mekanisme ini melibatkan interaksi antara sinyal kimia (seperti hormon atau faktor parakrin) dan reseptor spesifik pada permukaan atau dalam sel. Sinyal dapat bersifat hidrofobik (tidak larut dalam air) atau hidrofilik (larut dalam air), yang menentukan cara masuknya ke dalam sel atau interaksi dengan reseptor.


Reseptor
seperti reseptor yang terhubung dengan G protein atau receptor tyrosine kinase, mengubah sinyal menjadi respon biologis. Aktivasi reseptor memicu produksi second messengers seperti cAMP, inositol triphosphate (IP3), diacylglycerol (DAG), atau ion kalsium (Ca²⁺), yang mengatur berbagai fungsi seluler. Jalur ini berperan dalam proses penting seperti metabolisme, perkembangan embrio, dan respon terhadap stres.

Hormon
termasuk hormon adrenergik yang memengaruhi fungsi tubuh melalui reseptor α dan β, serta mekanisme apoptosis, yaitu kematian sel terprogram yang melibatkan protein caspases. Secara keseluruhan, transduksi sinyal adalah sistem kompleks yang memungkinkan sel untuk beradaptasi, bertahan, dan berkomunikasi dalam lingkungan yang dinamis.

Mekanisme Transportasi Tumbuhan
Mekanisme transportasi tumbuhan adalah proses perpindahan air, mineral, dan nutrisi di dalam tumbuhan untuk mendukung pertumbuhan dan fungsi fisiologisnya.

Transportasi berlangsung pada tiga tingkat yaitu:
Seluler: Penyerapan dan kehilangan air atau zat terlarut pada tingkat sel, seperti pengambilan air dan mineral oleh sel akar. Jarak Pendek: Transportasi antar sel melalui jaringan, seperti perpindahan gula dari sel fotosintetik ke tabung saringan floem. Jarak Panjang: Transportasi melalui xilem dan floem pada seluruh tumbuhan.

Transportasi Seluler:
Pasif: Difusi zat dari konsentrasi tinggi ke rendah. Aktif: Pemindahan melawan gradien konsentrasi menggunakan energi (ATP).
Kotransportasi: Transport protein menghubungkan perpindahan dua zat, seperti ion H⁺ dan nitrat.

Potensial Air:
Pergerakan air tergantung pada kombinasi tekanan fisik dan konsentrasi zat terlarut, disebut sebagai potensial air (Ψ).

Osmosis menjadi mekanisme utama untuk pergerakan air.
Kompartemen Sel: Sel tumbuhan memiliki dinding sel, membran plasma, dan vakuola besar.

Pergerakan zat dapat melalui: Simpas: Jalur di dalam sitoplasma melalui plasmodesmata. Apoplas: Jalur antar dinding sel tanpa memasuki sitoplasma.
Transportasi di Xilem:Air dan mineral bergerak secara bulk flow (aliran massal) akibat tekanan transpirasi (tarikan dari penguapan air di daun). Tekanan akar juga membantu mendorong air ke atas, meskipun terbatas.

Transportasi di Floem (Translokasi): Gula dari daun dipindahkan ke organ penyimpan atau pengguna. Pengangkutan gula melibatkan transpor aktif dan aliran massal.




Share:

Blogger news

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Cari Blog Ini