Oleh: Rohim
(Mahasiswa Biologi UIN Bandung)
Perkembangan sebelum remaja melibatkan beberapa tahap yang penting, secara umum terdapat beberapa tahapan yang bisa dijadikan acuan. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan, serta perkembangan organ-organ seperti otak, jantung, dan paru-paru. Perkembangan motorik mencakup kemampuan bayi untuk menggerakkan tubuhnya, mulai dari mengangkat kepala hingga berjalan. Perkembangan kognitif memungkinkan bayi belajar, mengingat, dan memecahkan masalah. Selain itu, perkembangan sosial dan emosional membantu bayi berinteraksi dengan orang lain, menunjukkan emosi, serta membentuk ikatan. Ciri khas atau karakteristik perkembangan menurut Geitman, 1986 (dalam Syah, 2019), adalah progresive dalam arti tumbuh dan berkembang semakin maju. Perkembangan peserta didik sebelum remaja menurut syah (2019) dalam bukunya terdiri dari masa bayi, masa pra-sekolah dan masa sekolah.
Masa Bayi
Masa awal kehidupan bayi terbagi dalam masa perinatal dan masa neonatal. Masa perinatal hanya berlangsung singkat, yaitu sekitar 15-30 menit pertama setelah lahir, sedangkan masa neonatal dimulai dari pemotongan tali pusat hingga bayi berusia dua minggu. Bayi baru lahir umumnya memiliki berat sekitar 3,5 kg dan panjang sekitar 50 cm dengan proporsi tubuh yang belum ideal, di mana kepala mencapai 25% dari panjang tubuhnya. Aktivitas bayi pada masa ini masih sangat sederhana, berupa respons refleks tanpa kesadaran seperti tersenyum, mengisap jari, dan menangis. Tangisan bayi berfungsi penting dalam mengembangkan paru-paru dan menyediakan oksigen bagi darah. Selama tahun pertama, perkembangan fisik bayi sangat cepat, terutama dalam pertumbuhan otak yang mencapai sekitar 25% dari berat otak orang dewasa pada usia sembilan bulan dan mendekati 75% pada usia dua tahun. Perkembangan inteligensi bayi mulai terlihat sejak tahun pertama, ditandai dengan kemampuan duduk, merangkak, berdiri, dan berbicara. Pada umumnya, bayi normal mulai bisa berjalan di usia 12-15 bulan, sementara bayi dengan kecerdasan rendah mungkin baru bisa berjalan pada usia 30 bulan atau bisa mungkin bisa lebih, meskipun kakinya tampak normal. Secara emosional, bayi cenderung impulsif dan bereaksi terhadap rasa suka atau tidak suka terhadap rangsangan di sekitarnya. Ia akan tersenyum dan tenang saat kenyang dan nyaman, serta menangis bila lapar atau merasa tidak nyaman.
Masa Pra-Sekolah (TK) & Masa Sekolah (SD)
Pada fase perkembangan pra-sekolah (fase TK) berlangsung antara usia 2-6 tahun, anak mulai menyadari identitas gender dan mengalami pertumbuhan fisik yang pesat. Di usia 3 tahun, berat badan mereka mencapai 10-13 kg dengan tinggi sekitar 80-90 cm. Pada usia 6 tahun, berat otak anak telah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa. Menurut Piaget, inteligensi anak usia pra-sekolah berada dalam periode pra-operasional, di mana anak belum mampu melakukan operasi mental secara logis, tetapi sudah memiliki kemampuan berimajinasi, seperti dalam bermain peran. Emosi anak di usia ini juga berkembang, ditandai dengan kesadaran diri yang semakin tinggi dan munculnya perasaan harga diri. Perasaan ini terus berkembang untuk mempertahankan ke-aku-annya, sehingga ia diliputi oleh perasaan khas yang sebelumnya tidak ia alami. perasan-perasaan Ini meliputi:
- takut, yakni perasaan terancam oleh sesuatu yang membahayakan;
- cemas, yakni perasaan takut karena fantasi/khayalannya sendiri;
- marah, yakni perasaan benci yang diekspresikan dengan kata-kata atau perbuatan kasar terhadap orang, barang, atau keadaan yang dianggap mengganggu;
- cemburu, yakni perasaan tidak senang atau iri kepada orang yang dipandang akan merebut perhatian atau kasih sayang, misalnya iri kepada kakak atau adiknya;
- gembira, yakni perasaan senang atau nyaman karena keinginannya terpenuhi;
- cinta kasih/kasih sayang, yakni perasaan senang dan rela memberikan perhatian, perlindungan, dan kenyamanan tidak hanya kepada orang tetapi juga kepada hewan dan barang (seperti kucing dan boneka);
- ingin tahu/kuriositas (curiosity), yakni keinginan mengenal atau mengetahui misalnya dengan menanyakan hal-hal baik yang konkret maupun abstrak yang menarik perhatiannya seperti tentang kakeknya atau bahkan tentang Tuhan.
Memasuki masa sekolah atau masa usia SD/MI berlangsung antara usia 6 atau 7-12 tahun, anak mengalami peningkatan respons terhadap stimulus intelektual dan mulai siap untuk tugas-tugas kognitif seperti membaca, menulis, dan berhitung.









.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

