Berbagi ilmu... Ilmu untuk semua...

Tampilkan postingan dengan label pendidikan tinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan tinggi. Tampilkan semua postingan

Pendekatan Deduktif dan Induktif dalam Penyusunan Teori Penelitian

 

Konstruksi Teori Deduktif dan Induktif

Dalam penelitian, terdapat dua pendekatan utama dalam membangun teori: deduktif dan induktif.

  • Deduktif: dimulai dari teori atau konsep yang sudah ada, kemudian diturunkan menjadi hipotesis. Hipotesis tersebut diuji melalui observasi lapangan untuk melihat apakah sesuai dengan kenyataan. 

  • Induktif: berangkat dari data dan fakta di lapangan. Melalui berbagai observasi, peneliti menemukan pola-pola tertentu yang kemudian disusun menjadi konsep, generalisasi, bahkan teori baru.

Sederhananya 
  • Deduktif → dari umum ke khusus : Teori/konsep umum → diturunkan jadi hipotesis → diuji pada kasus khusus. 

  • Sedangkan Induktif → dari khusus ke umum. (Data/fakta khusus → dicari pola → disusun jadi teori/konsep umum).

Keduanya saling melengkapi. Deduksi biasanya kuat dalam tradisi ilmiah formal, sementara induksi sering dipakai dalam eksplorasi awal ketika informasi masih terbatas. Dalam praktik, peneliti sering memadukan keduanya untuk memperkuat hasil riset dan pengembangan teori.


Latar belakang penelitian kuantitatif disusun dari gambaran umum menuju hal yang lebih khusus




Latar belakang penelitian kualitatif disusun dari yang khusus menuju hal yang umum 







Share:

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Yang Berpusat Pada Pengembangan Mahasiswa


Oleh: Rohim

(Mahasiswa Biologi UIN Bandung Semester 5)

Indonesia memiliki jumlah perguruan tinggi yang sangat banyak, dengan lebih dari 3.957, dengan 3.115 perguruan tinggi di bawah naungan  kemendikbudristek dan 842 dibawah naungan kemenag. Sebagai perbandingan, India hanya memiliki sekitar 1.113 perguruan tinggi pada waktu yang sama. Universitas di Indonesia dibagi menjadi dua jenis berdasarkan metode pembelajarannya yaitu,  universitas pembelajaran dan universitas riset. 

Universitas pembelajaran fokus pada pengajaran dan diskusi yang lebih konvensional, dimana kualitas pembelajaran bergantung pada keterampilan dosen. Namun, pendekatan ini dianggap kurang inovatif karena cenderung melestarikan materi yang sudah ada tanpa mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan inovatif.

Sebaliknya, universitas riset lebih berfokus pada penelitian dan pengembangan pengetahuan baru. Mahasiswa di universitas riset didorong untuk menemukan dan memecahkan masalah sendiri, sehingga pembelajaran lebih mandiri dan inovatif. Universitas riset, seperti yang ada di negara-negara maju, menunjukkan hasil yang lebih memuaskan karena menghasilkan kebaruan dan terobosan yang diperlukan untuk bersaing di kancah global.

Transformasi perguruan tinggi di indonesia dari universitas pembelajaran menjadi universitas riset dianggap sebagai langkah penting menuju status universitas berkelas dunia. Diperlukan perubahan mindset dari para pengelola dan akademisi untuk tidak hanya mempertahankan status quo (kondisi sekarang), tetapi juga mendorong inovasi dan terobosan baru. Ciri universitas berkelas dunia meliputi kualifikasi dosen sebagai peneliti, serta kemampuan menghasilkan produk inovatif yang dapat dijual kepada masyarakat. Dengan transformasi ini, perguruan tinggi di indonesia diharapkan dapat bersaing di tingkat global dan mengurangi ketergantungan pada teknologi yang diimpor dari negara-negara maju.

Referensi:
Syah, M. 2023. Orasi Ilmiah di Wisuda Universitas Nusa Putra Ke- 9, (di akses 19/10/2024 dari: https://youtu.be/gNkyPMSdJw4?si=ckI0QgUfbINyWNb0).
Share:

Blogger news

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Cari Blog Ini

Labels

Labels