Berbagi ilmu... Ilmu untuk semua...

Sel Tumbuhan dan Sel Hewan




Sel adalah unit dasar penyusun makhluk hidup yang dapat menjalankan semua fungsi kehidupan. Setiap sel terdiri dari berbagai komponen yang memiliki fungsi dan peran tertentu, dan tentunya saling memiliki keterikatan. Sel dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu sel prokariotik yang tidak memiliki inti sel yang terbungkus membran dan sel eukariotik yang memiliki inti sel yang jelas terpisah dari sitoplasma. Sel berfungsi untuk melakukan berbagai aktivitas seperti pertumbuhan, reproduksi, dan pengolahan energi.


SEL HEWAN

1. Membran Sel (Membran Plasma): 
Lapisan terluar yang membungkus sel, Terdiri dari lapisan ganda lipid (fosfolipid) dan protein, yang berfungsi mengatur keluar masuknya zat-zat antara sel dan lingkungannya.
2. Sitoplasma:
Cairan kental (sitosol) seperti gel yang mengisi bagian dalam sel, Tempat organel-organel sel berada dan tempat terjadinya berbagai reaksi kimia.
3. Retikulum Endoplasma (RE):
Jaringan membran yang berbentuk seperti labirin.
Terdiri dari dua jenis:
RE Kasar: Dilengkapi ribosom, berperan dalam sintesis protein.
RE Halus: Tidak memiliki ribosom, berperan dalam sintesis lipid, detoksifikasi, dan metabolisme karbohidrat.
4. Ribosom:
Organel halus (kecil) yang terdiri dari RNA dan protein, Berperan dalam sintesis protein. Ada yang menempel pada RE kasar, ada juga yang bebas di sitoplasma.
5. Badan Golgi (Aparatus Golgi):
Tumpukan kantong membran yang pipih, Berfungsi memodifikasi, menyortir, dan mengemas protein untuk diangkut ke tujuan akhir mereka (seperti: membran plasma, retikulum endoplasma, mitokondria, lisosom dll).
6. Lisosom:
Kantong membran yang berisikan enzim pencernaan, berperan dalam proses pencernaan intraseluler dan juga berfungsi mencerna zat-zat sisa, partikel makanan, dan organel yang rusak.
7. Mitokondria:
Organel berbentuk oval dengan membran ganda, berfungsi sebagai "pembangkit tenaga" sel, menghasilkan energi melalui respirasi seluler. Menghasilkan ATP(Adenosine triphospate) yang merupakan sumber energi seluler.
8. Nukleus (Inti Sel):
Organel terbesar dalam sel, dikelilingi oleh membran ganda. Berisi materi genetik (DNA) dan mengendalikan aktivitas sel. Didalamnya terdapat Nukleolus.
    8.1 Nukleolus:
    Struktur padat di dalam nukleus, tempat sintesis ribosom.
9. Sentrosom:
Daerah di sitoplasma dekat nukleus yang mengandung sepasang sentriol. Fungsi utama: pusat pengatur mikrotubulus dalam sel hewan. Dengan Perannya yaitu: mengorganisasi mikrotubulus untuk membentuk kerangka sel dan jalur transportasi intraseluler, pembelahan sel dengan membentuk benang spindel. membantu pemisahan kromosom selama mitosis dan meiosis.
10. Sitoskeleton:
Jaringan serat protein yang tersebar di seluruh sitoplasma. Terdiri dari mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Berfungsi memberikan dukungan struktural pada sel. Berperan dalam pergerakan sel, transportasi intraseluler, dan pembelahan sel. Dapat ditemukan di semua jenis sel eukariotik (hewan dan tumbuhan).
11. Peroksisom (Badan Mikro):
Organel kecil mengandung enzim oksidatif (katalase), berperan dalam detoksifikasi senyawa beracun dan oksidasi asam lemak. Berbentuk bulat yang dikelilingi oleh membran tunggal. Fungsi: Memecah asam lemak dan menghasilkan hidrogen peroksida (H₂O₂), Mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Ada di hewan dan tumbuhan 
12. Vesikel:
Kantong kecil yang dikelilingi (terbungkus) oleh membran. Berfungsi untuk menyimpan dan mengangkut materi (zat-zat) di dalam sel, seperti: Mengangkut protein, lipid, dan molekul lain antar organel. Berperan dalam endositosis dan eksositosis.



SEL TUMBUHAN

1. Dinding Sel
Dinding sel adalah lapisan kaku yang terletak di luar membran plasma, tersusun atas selulosa. Berperan penting dalam memberikan dukungan struktural, melindungi sel dari tekanan mekanis, membantu mempertahankan bentuk sel, serta berperan mengatur pertukaran zat antara sel dan lingkungannya.
2. Membran Plasma (Membran Sel)
3. Sitoplasma
4. Organel-organel Sel

a. Vakuola
Kantong yang berisi cairan, dikelilingi oleh membran (tonoplas). Berfungsi menyimpan air, nutrisi, dan limbah, serta menjaga tekanan turgor sel.
b. Kloroplas
Organel yang mengandung klorofil (pigmen hijau) berfungsi dalam fotosintesis. dengan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia.
c. Mitokondria
d. Retikulum Endoplasma (RE)
e. Badan Golgi (Aparatus Golgi)
f. Ribosom
g. Peroksisom

h. Nukleus (Inti Sel): Singkanya Organel terbesar (pada tumbuhan), dikelilingi oleh membran ganda (amplop nukleus) dan mengandung DNA.
























Share:

Spesies, Populasi, Komunitas, Ekosistem, Bioma, dan Biosfer

SPESIES
Spesies merupakan unit dasar dalam klasifikasi makhluk hidup, terdiri dari organisme yang memiliki kesamaan ciri: Seperti konsep morfologi (berdasarkan bentuk dan struktur tubuh) atau konsep filogenetik (berdasarkan hubungan evolusi), serta dapat berkembang biak atau kawin (breeding) secara alami untuk menghasilkan keturunan yang fertil (subur) atau berkembang biak dengan baik. Setiap spesies memiliki nama ilmiah yang terdiri dari dua kata dalam sistem binomial nomenklatur. Contohnya: seperti Manusia (Homo sapiens), Kucing (Felis catus), dan pohon mangga (Mangifera indica).

POPULASI
Populasi merupakan sekumpulan individu dari spesies yang sama yang menempati suatu wilayah tertentu pada waktu yang bersamaan. Dalam ekosistem, populasi dapat bervariasi dalam jumlah dan kepadatan tergantung pada faktor lingkungan seperti ketersediaan makanan, predasi (interaksi biologis: predator (memburu, memangsa,menangkap), serta kondisi iklim. Contohnya: seperti populasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, populasi ikan lele di sebuah kolam, atau populasi pohon pinus di suatu hutan. Populasi ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari komunitas yang terdiri dari berbagai spesies lain yang saling berinteraksi dalam suatu ekosistem.

KOMUNITAS
Komunitas merupakan kumpulan berbagai populasi dari spesies yang berbeda yang hidup bersama dan saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu. Interaksi dalam komunitas dapat berupa hubungan simbiosis, predasi, atau kompetisi yang memengaruhi keseimbangan ekosistem. Contohnya: Seperti komunitas hutan hujan tropis terdiri dari populasi pohon, populasi hewan seperti burung dan harimau, serta populasi mikroorganisme yang berperan dalam dekomposisi. 

EKOSISTEM
Ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan fisiknya (komponen abiotik). Dalam ekosistem, organisme hidup berinteraksi satu sama lain serta dengan faktor-faktor lingkungan seperti iklim, tanah, air, dan sinar matahari. Interaksi ini menciptakan keseimbangan alami yang memungkinkan kehidupan berlangsung secara berkelanjutan.

Komponen ekosistem terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik mencakup makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, yang saling berinteraksi melalui rantai makanan, jaring-jaring makanan, serta hubungan simbiosis. Sementara itu, komponen abiotik meliputi faktor fisik dan kimia seperti tanah, air, udara, serta cahaya matahari yang berperan dalam mendukung kehidupan. Dalam ekosistem, terjadi berbagai bentuk interaksi seperti predasi (interaksi biologis), kompetisi, dan mutualisme, yang menentukan dinamika populasi dalam suatu lingkungan.

Setiap ekosistem memiliki mekanisme aliran energi dan siklus materi yang menjaga keseimbangan ekologi. Energi dalam ekosistem berasal dari matahari dan mengalir melalui produsen (tumbuhan), konsumen (hewan), dan pengurai (dekomposer). Selain itu, materi dalam ekosistem mengalami daur ulang melalui siklus biogeokimia seperti siklus air, karbon, dan nitrogen. Contoh Ekosistem: Seperti ekosistem hutan, ekosistem laut, ekosistem gurun, dan ekosistem air tawar.

BIOMA 
Bioma merupakan ekosistem besar yang mencakup wilayah geografis luas dengan karakteristik iklim, vegetasi, dan fauna yang khas. Setiap bioma memiliki komunitas tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang beradaptasi dengan kondisi lingkungan tertentu, seperti suhu dan curah hujan. Contoh bioma : meliputi hutan hujan tropis yang lembap dan kaya keanekaragaman hayati, padang rumput yang didominasi oleh rerumputan, gurun yang kering dengan vegetasi tahan kekeringan, tundra yang dingin dengan tanah beku (permafrost), serta taiga yang terdiri dari hutan konifer di daerah beriklim sedang hingga dingin.

BIOSFER
Biosfer adalah keseluruhan bagian bumi yang mendukung kehidupan, mencakup semua ekosistem dan bioma. Biosfer meliputi berbagai komponen seperti atmosfer bagian bawah (udara), hidrosfer (perairan), dan litosfer (daratan), yang menjadi tempat berlangsungnya kehidupan. Semua makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun mikroorganisme, berinteraksi dengan lingkungan fisiknya dalam biosfer. Berbeda dengan bioma yang memiliki batasan geografis tertentu, biosfer merupakan sistem ekologi global yang mencakup seluruh kehidupan di bumi serta interaksi kompleks di antara komponen-komponennya.



Share:

Pesantren Kilat 2025



MATERI THAHARAH

Berdasarkan pengertiannya thaharah menurut bahasa berarti bersuci. Menurut syara' atau istilah adalah  proses membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis (kotoran yang dianggap haram) dan hadas (keadaan tidak suci), sesuai dengan tata cara
membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat islam. Klik disini

Thaharah atau bersuci adalah syarat wajib yang harus dilakukan dalam beberapa macam ibadah. Seperti dalam QS Al-maidah ayat: 6
[5:6] "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur".

Thaharah atau bersuci menurut pembagiannya dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

A. Bersuci lahiriah
Beberapa contoh yang bersifat lahiriah adalah membersihkan diri, tempat tinggal dan lingkungan dari segala bentuk kotoran, hadas dan najis. Membersihkan diri dari najis adalah membersihkan badan, pakaian atau tempat yang didiami dari kotoran sampai hilang rasa, bau dan warnanya. QS Al-Muddassir ayat: 4
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah.

B. Bersuci batiniah
Bersuci batiniah adalah membersihkan jiwa dari kotoran batin berupa dosa dan perbuatan maksiat seperti iri, dengki, takabur dll. Cara membersihkannya dengan taubatan nashoha yaitu memohon ampun dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Klik disini

Macam-Macan Thaharah

Allah selalu memudahkan hambanya dalam melakukan sesuatu. Untuk bersuci misalnya, kita tidak hanya bisa menggunakan air, tetapi kita juga bisa menggunakan tanah. batu, kayu dan benda-benda padat lain yang suci untuk menggantikan air jika tidak ditemukan.
Dalam bersuci menggunakan air, kita juga harus memperhatikan air yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk bersuci.

Macam-Macam Air
a. Air yang dapat digunakan untuk bersuci adalah air mutlak, yaitu air yang suci dan mensucikan, diantaranya yaitu:
1. Air hujan (مَاءُ الـمَطَرِ)
2. Air sumur (مَاءُ البِئْرِ)
3. Air laut (مَاءُ البَحْرِ)
4. Air sungai (مَاءُ النَّهْرِ)
5. Air danau telaga ( مياه البحيرة)
6. Air salju (مياه الثلج)
7. Air embun (ماء الندى)

QS Al-Anfal ayat: 11
[8:11] (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh denganya telapak kaki(mu).

b. Air yang suci tetapi tidak dapat mensucikan, yaitu air yang halal untuk diminum tapi tidak dapat digunakan untuk bersuci seperti (air teh, kopi, sirup, air kelapa dll).

c. Air musyammas yaitu air yang terjemur oleh matahari dalam bejana selain emas dan perak. Air ini makruh digunakan untuk bersuci

d. Air mustakmal yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci. Air ini tidak boleh digunakan untuk bersuci walaupun tidak berubah rasa, bau maupun warnanya. Klik disini

e. Air mutanajis yaitu air yang sudah terkena najis. Baik yang sudah berubah rasa, warna dan baunya maupun yang tidak berubah dalam jumlah yang sedikit yaitu kurang dari dua kullah (270 liter menurut ulama kontemporer)

CARA-CARA THAHARAH
Ada berbagai cara dalam bersuci yaitu bersuci dengan air seperti berwudhu dan mandi junub (mandi wajib). Ada juga bersuci dengan menggunakan debu, tanah yaitu dengan bertayamum. Dan bisa juga menggunakan air, tanah, batu dan kayu (tissue atau kertas itu masuk kategori kayu) yaitu dengan beristinja.

Cara-Cara Thaharah Menurut Pembagian Najisnya

1. Najis ringan (najis mukhafafah)
Najis mukhafafah adalah najis yang berasal dari air kencing bayi laki-laki yang belum makan apapun kecuali air susu ibunya saja dan umumya kurang dari 2 tahun. Cara membersihkan najis ini cukup dengan memercikkan air kebagian yang terkena najis.

2. Najis sedang (najis mutawassitah)
Yang termasuk kedalam golongan najis ini adalah kotoran, air kencing dsb. Cara membersihkannya cukup dengan membasuh atau menyiramnya dengan air sampai najis tersebut hilang (baik rasa, bau dan warnanya).

3. Najis berat (najis mughalazah)
Najis berat adalah suatu materi yang kenajisannya ditetapkan berdasarkan dalil yang pasti (qat'i) yaitu anjing dan babi. Cara membersihkannya yaitu dengan menghilangkan barang najisnya terlebih dahulu lalu mencucinya dengan air bersih sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan tanah atau batu.


Share:

Telaah Singkat Kingdom Animali (Zoologi)


Oleh: M. Haris M. & Rohim

(Mahasiswa Biologi UIN Bandung)



Ciri-ciri Kingdom Animalia

a) Semua organismenya merupakan organisme eukariotik (jenis sel yang dimiliki hewan)

b) Multiseluler (terdiri lebih dari satu sel)

c) Bersifat heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)

d) Tidak mempunyai dinding sel

e) Dapat bergerak aktif

f) Terdiri dari habitat darat dan akuatik

g) Bereproduksi secara seksual dan aseksual

h) Kingdom ini mempunyai keanekaragaman paling tinggi.

Klasifikasi:

Kingdom Animalia dapat diklasifikasikan berdasarkan simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuhnya. Berikut klasifikasi kingdom animalia:

Simetri Tubuh

1) Simetri Radial

Hewan dengan simetri radial memiliki susunan tubuh yang tersusun melingkar. Hewan ini hanya mempunyai bagian oral (puncak) dan aboral (dasar). Contohnya: bintang laut.

2) Simetri Bilateral

Simetri ini menggambarkan organisme yang bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan yang lain. Apabila diambil garis memotong dari mulut ke anus, maka akan menghasilkan bagian tubuh kanan kiri yang sama.

Organisme yang termasuk simetri bilateral memiliki sisi atas (dorsal), sisi bawah (ventral), sisi kepala (anterior), sisi ekor (posterior), dan sisi samping (lateral). Contohnya: manusia.

Lapisan Penyusun Tubuh

1) Hewan Diploblastik

Klasifikasi hewan ini mempunyai dua lapisan sel pembentuk tubuh, yaitu ektoderma (lapisan luar) dan endoderma (lapisan dalam).

2) Hewan Triploblastik

Hewan jenis ini memiliki tiga lapis sel pembentuk tubuh. Sel-sel tersebut yakni ektoderma, mesoderma (lapisan tengah), endoderma.

Sel ektoderma pada hewan triploblastik berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf. Mesoderma menjadi jaringan otot dan jaringan lainnya, sedangkan sel endoderma menjadi usus dan kelenjar pencernaan.

Hewan triploblastik kemudian dibagi lagi berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh, yaitu:

1) Aselomata

Hewan yang punya rongga di antara usus dan tubuh terluarnya

2) Pseudoselomata

Hewan yang punya rongga dalam saluran tubuh yang berisi cairan dan tanpa dibatasi jaringan dari mesoderma

3) Selomata

Hewan yang punya rongga tubuh dalam saluran tubuh yang berisi cairan dan dibatasi jaringan dari mesoderma.

9 Filum:

1) Porifera

Filum porifera terbagi menjadi tiga kelas:

a) Kelas Calcarea

Hidup di laut dan memiliki spikula dari kalsium karbonat. Contoh: Scypha dan Grantia

b) Kelas Hexactinellida

Punya spikula terbuat dari silika kuarsa atau pasir. Contoh: Hyalonema dan Regadrella

c) Kelas Demospongiae

Memiliki spikula dari silika serta kerangka yang terbuat dari spikula dan spongia. Contoh: Haliscara dan Cliona.

2) Coelenterata (Cnidaria)

Istilah coelenterata berasal dari kata Yunani. "Coelom" artinya rongga dan "enteron" berarti usus. Jadi, coelenterata diartikan sebagai hewan yang memiliki rongga tubuh.

Organisme yang termasuk filum ini bersifat terikat pada tempat (polip), tapi ada juga yang tidak terikat (medusa). Bentuk tubuh hewan cnidaria yakni simetris radial. Serta tubuhnya terdiri dari dua lapisan jaringan yakni epidermis dan gastrodermis, dan satu lapisan mesoglea. Contoh hewan filum coelenterata, antara lain hydra dan ubur-ubur.

3) Platyhelminthes

Platyhelminthes umumnya dikenal sebagai cacing pipih. Organisme yang termasuk filum ini memiliki ujung posterior (ekor), permukaan ventral, dan permukaan dorsal. Kebanyakan cacing ini hidup sebagai parasit, tapi ada juga yang hidup bebas di air tawar dan air laut.

Tubuh hewan filum platyhelminthes tidak memiliki sistem rangka, sistem pernapasan, dan sistem peredaran darah. Contoh hewan filum ini, yakni cacing pita dan planaria.

4) Nemathelminthes

Nemathelminthes atau cacing gilig punya tubuh berbentuk silindris dan bulat panjang. Hewan ini termasuk simetris bilateral dan triploblastik pseudocoelom. Hidup cacing ini bebas tetapi beberapa ada yang menjadi parasit.

Cacing gilig dapat ditemukan di darat, air tawar, dan air laut. Contoh hewan filum nemathelminthes, antara lain ascaris lumbricoides (cacing filarial) dan oxyuris vermicularis (cacing kremi).

5) Annelida

Annelida berasal dari kata "annulus" berarti cincin dan "oidos" artinya bentuk. Jadi, hewan filum ini dikenal sebagai cacing yang berbentuk cincin.

Ciri-ciri umum filum annelida, yakni memiliki tubuh yang simetris bilateral, tubuhnya dibedakan menjadi kepala dan ekor, dan habitat organismenya bisa di : laut, air tawar maupun darat. Contoh hewan filum annelida, seperti cacing tanah dan lintah.

6) Mollusca

Mollusca berasal dari bahasa Latin yang artinya lunak. Filum mollusca menjadi salah satu kelompok terbesar dalam kingdom animalia. Hal ini karena anggotanya mencapai 100.000 spesies binatang.

Tubuh mollusca diselubungi sel dinamakan mantel. Sebagian besar mollusca hidup di laut, tapi beberapa spesiesnya hidup di air tawar.

Hewan yang termasuk filum ini pada umumnya punya bentuk tubuh simetri bilateral, relatif bulat, pendek, serta sistem pencernaannya dan sistem peredaran darah lengkap. Contoh filum Mollusca, antara lain siput dan gurita.

7) Echinodermata

Echinodermata adalah hewan berkulit duri. Bentuk tubuhnya simetri radial dan rangka dalamnya berupa zat kapur dengan tonjolan duri di permukaan. Hewan filum ini bisa hidup di pantai sampai laut kedalaman 10.000 meter.

Hidup hewan echinodermata bebas, gerakannya lambat, dan tidak hidup sebagai parasit. Beberapa spesiesnya hidup menempel (sesil). Contoh filum echinodermata, meliputi bulu babi dan bintang laut.

8) Arthropoda

Arthropoda berasal dari kata "arthros" berarti ruas dan "podos" berarti kaki. Jadi, arthropoda merupakan binatang yang kakinya beruas.

Hewan yang tergolong arthropoda punya tubuh bersegmen, berbentuk simetri bilateral, dan triploblastik selomata. Binatang filum ini diketahui sekitar 900.000 spesies. Hewan yang termasuk arthropoda dapat hidup di darat sampai ketinggian 6.000 meter dan hidup di air hingga kedalaman 10.000 meter. Contoh filum arthropoda, antara lain laba-laba, kupu-kupu, dan nyamuk.

9) Chordata

Chordata adalah organisme yang dalam hidupnya pernah mempunyai notochord yang berperan untuk menyokong tubuh. Notochord yang dimiliki memanjang sepanjang tubuh dan letaknya antara sistem saraf punggung dengan sistem pencernaan.

Sistem saraf chordata terbentuk dari lempengan bagian dorsal ektoderma. Terdapat sepasang celah faring yang berfungsi untuk menyaring makanan dan udara. Filum chordata terbagi menjadi subfilum: urochordata, cephalochordata, dan vertebrata.


Share:

Entomologi (Serangga)



Entomologi,
berasal dari bahasa Yunani kuno (entomon yang berarti serangga) dan (logia yang berarti studi/ilmu tentang), sehingga entomologi adalah cabang ilmu biologi yang memepelajari ilmu tentang serangga. Entomologi merupakan disiplin ilmu yang mengkaji segala aspek kehidupan serangga, mulai dari struktur tubuh, perilaku, hingga perannya dalam ekosistem. Entomologi merupakan cabang dari ilmu zoologi, yang mencakup ilmu yang memepelajari arthropoda (hewan yang beruas-ruas) khusunya seperti laba-laba dikenal dengan Arachnida serta luwing dan juga millepoda. 
Sama dengan cabang ilmu zoologi lainnya, entomologi memiliki landasan taksonomi. Bidang ini menyelidiki serangga secara mendalam, meliputi studi tentang gen, perilaku, struktur tubuh, fungsi tubuh, klasifikasi, hubungan evolusi, dan interaksi serangga dengan lingkungannya.

Beberapa cabang ilmu atau sub bidang entomologi, di antaranya sebagai berikut:

Kingdom: Animalia (Hewan)
Phylum: Arthropoda (Artropoda)
Class: Insecta (Serangga)
Sub Class: 1. Apterygota (tanpa sayap); 2. Pterygota (bersayap)
Ordo: 
1. Collembola,
2. Diplura,
3. Microcoryphia,
4. Protura,
5. Thysanura

Sljt...
1. Anoplura
2. Coleoptera (kumbang, kunang-kunang
3. Dermaptera (cocopet, 
4. Diptera (lalat rumah, nyamuk 
5. Embioptera
6. Hemiptera (kepik, tonggeret, kepik daun, kepinding, anggang-anggang
7. Homoptera
8. Hymenoptera (semut, lebah, tawon
9. Isoptera (rayap, 
10. Lepidoptera (ngengat, kupu-kupu,
11. Mallophaga 
12. Mecoptera
13. Neuroptera (serangga tertua dapat melakukan metamorfosisi sempurna
14. Odonata (capung, capung jarum, 
15. Orthoptera (belalang, jangkrik, belalang juta
16. Plecoptera
17. Psocoptera (perlu kajian
18. Siphonaptera (pinjal: parasit peminum darah pada mamalia dan aves
19. Strepsiptera
20. Thysanoptera
21. Trichoptera
22. Zoraptera
23. Blattodea (kecoak, rayap, 
24. Plecoptera (lalat batu, 
25. Epheromenoptera (lalat capung
26. Mantodea (belalang sentadu, 





Share:

Blogger news

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Cari Blog Ini