Berbagi ilmu... Ilmu untuk semua...

Perkembangan Peserta Didik: Masa Remaja


 Oleh: Rohim 

(Mahasiswa Biologi UIN Bandung)

Setelah menyelesaikan tahap perkembangan di usia MI/SD, anak memasuki fase perkembangan remaja yang berkisar pada usia 12 hingga 21 atau 22 tahun. Setelah itu, masa perkembangan berlanjut ke fase dewasa, yang berlangsung dari usia 22 hingga sekitar 40 tahun. 

Remaja yang duduk di tingkat SMP atau MTs umumnya berada dalam fase perkembangan remaja awal, atau biasa disebut ABG (anak baru gede), yang meliputi usia 12 hingga 15 tahun. Pada tahap ini, perubahan fisik remaja menjadi semakin jelas dan berbeda, dengan ciri-ciri unik yang membedakan mereka satu sama lain. Misalnya, peserta didik yang berbakat dengan tubuh tinggi besar dan hidung mancung akan semakin menunjukkan ciri khasnya pada fase ini, di mana perubahan fisik tersebut menjadi lebih nyata.

Beberapa ciri fisik khas pada remaja MTs/SMP antara lain adalah pertumbuhan rambut atau bulu di sekitar kemaluan dan ketiak, perubahan suara bagi laki-laki, dan perkembangan payudara serta pinggul bagi perempuan. Tanda fisik ini muncul pada usia yang bervariasi; ada yang mengalaminya lebih awal, sekitar usia 12 atau 13 tahun, sementara yang lain baru mengalaminya di usia yang lebih tua. Menurut Piaget (dalam Syah, 2019) selain perkembangan fisik, inteligensi remaja MTs/SMP juga lebih maju dan komprehensif dibandingkan dengan anak MI/SD, karena mereka sudah mencapai tahap perkembangan kognitif yang disebut formal-operational. Di fase ini, otak mereka mendekati tahap kematangan optimal, bahkan beberapa remaja memiliki berat otak yang mendekati atau sudah mencapai rata-rata berat otak orang dewasa, seiring perkembangan otak yang mencapai 90% hingga 100% antara usia 12 hingga 20 tahun.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Cari Blog Ini