Oleh: Rohim
(Mahasiswa Sem 5 Biologi UIN Bandung)
Setelah melewati masa remaja, seseorang memasuki fase dewasa yang mencakup dewasa awal dan dewasa tengah. Dewasa awal biasanya berlangsung antara usia 21 atau 22 hingga sekitar 40 tahun, sementara dewasa tengah berada di rentang usia 40 hingga 60 tahun. Dalam hal beragama, individu yang memasuki masa dewasa diharapkan mengikuti pola psikologis orang dewasa yang beragama dengan kesadaran yang lebih mendalam.
Masa dewasa, menurut beberapa ahli, merupakan fase transisi pertengahan hidup atau "mid-life transition". Pada tahap ini, masa kehidupan yang diibaratkan sebagai “musim panas” telah berakhir, dan “musim gugur” dimulai. Orang-orang yang peka terhadap perkembangan dirinya mungkin akan mulai mempertanyakan perjalanan hidupnya, seperti "Sudah berapa lama aku hidup, dan berapa lama lagi aku akan hidup?"
Di fase ini, individu diharapkan menunjukkan tanda-tanda kedewasaan, seperti ketenangan, konsistensi, serta kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya. Dalam aspek keluarga dan sosial, mereka seharusnya siap membina rumah tangga, membimbing generasi penerus, dan menerima tanggung jawab kewarganegaraan yang sesuai dengan hukum dan norma masyarakat.
- Dalam menjalankan agama, seharusnya mereka mengikuti pendekatan psikologis yang lazim di kalangan orang dewasa beragama. Dalam hal ini, perlu dipahami bahwa mereka nantinya diharapkan untuk:menerima kebenaran agama dengan pemikiran yang matang, bukan sekadar mengikuti secara buta tanpa pemahaman yang mendalam;
- menerima ajaran agama tidak hanya untuk dipelajari dan dipahami, tetapi juga diterapkan dalam pola pikir, sikap, dan perilaku sehari-hari, sehingga ajaran tersebut menjadi pedoman nilai yang membimbing hidupnya;
- memiliki wawasan luas dan bersikap terbuka dalam menghargai perbedaan pemahaman agama, namun tetap kritis terhadap berbagai perbedaan tersebut.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar