HEXAPODA (SERANGGA, INSEKTA)
Insect-insecure-in: menjadi- secare: memotong. Binatang yang badannya terdiri dari potongan-potongan (segmen)
Hexapoda = hexa : enam, podos : kaki.
Artinya Hewan atau binatang berkaki enam
Secara umum dapat di simpulakan bahwa, serangga merupakan bagian dari kelas Hexapoda, yang artinya memiliki kaki 6 atau 3 pasang kaki, dan mereka memiliki tubuh yang terdiri dari segmen-segmen.
Struktur tubuh serangga diperkuat
oleh sistem eksoskeleton, yang berfungsi sebagai perisai pelindung luar yang kokoh,
menjadi dasar tubuh, serta tempat melekatnya otot-otot. Eksoskeleton ini juga
berfungsi melindungi organ-organ internal dari kekeringan. Sistem ini terdiri
dari kepingan keras yang disebut sklerit. Pada beberapa bagian dinding tubuh
serangga terdapat membran lembut atau membran sklerit yang memungkinkan
serangga untuk bergerak lebih fleksibel dan memungkinkan tubuhnya membesar,
terutama saat proses makan dan meletakkan telur.
MORFOLOGI
![]() |
| Sekma Umum Dari Bagian Tubuh Serangga |
KEPALA (Cepal): Mata, Antena, Mulut
Orientasi Kepala Serangga (A) Hypognathous, (B) Prognthous, (C) Opisthognthous |
Mata Pada Serangga
Ada dua jenis mata pada serangga,
yaitu:
• mata majemuk (Compound eyes)
• Ocelli
Mata Majemuk (Compound eyes)
• Terletak di dekat mulut, berada di bagian anterior dari tubuh
• Berfungsi sebagai fotoreseptor
• Terdapat pada Serangga Dewasa dan
Nimfa
• Terdiri dari Ommatidia
• Semakin banyak jumlah ommatidia maka akan semakin tepat penglihatan serangga.
Mata Sederhana (Ocelli)
Antena Pada Serangga
Semua serangga memiliki antena, meskipun pada fase larva, antena ini biasanya mengalami reduksi. Antena terdiri dari tiga bagian utama: bagian dasar yang disebut scape, pedicel sebagai penghubung, dan bagian ujung atau flagellum yang umumnya terdiri dari beberapa subsegmen. Bentuk antena dapat bervariasi tergantung pada fungsinya. Pada serangga jantan, struktur antena cenderung lebih kompleks karena berperan dalam mendeteksi bau dari serangga betina. Sebagai organ sensorik utama, antena memiliki peran penting dalam membantu serangga mengenali lingkungannya. Biasanya, antena ini juga dilengkapi dengan sensilla, yaitu struktur kecil yang berfungsi mendeteksi rangsangan tertentu.
Berikut bentuk dan bagian-bagian dari antenna serangga
Mulut Pada Serangga
Bentuk paling primitif dari alat mulut serangga adalah alat mulut yang berfungsi sebagai pengunyah makanan. Contohnya dapat ditemukan pada serangga seperti belalang dan kumbang. Alat mulut ini terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu satu labrum, sepasang mandibula, sepasang maksila, dan satu labium. Labrum berfungsi sebagai bibir atas yang melindungi bagian-bagian lainnya, sementara mandibula berfungsi sebagai alat penggigit dan pengunyah makanan solid. Maksila membantu dalam memegang dan memanipulasi makanan, dan labium berperan sebagai bibir bawah yang menutup bagian mulut dari arah bawah.
Berikut Bentuk dan Contoh Mulut Pada Serangga
DADA (THORAX)
Dada serangga merupakan tempat melekatnya kaki dan sayap. Setiap ruas dada dilengkapi dengan sepasang kaki yang berfungsi sebagai alat gerak. Bagian dada terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu prothorax, mesothorax, dan metathorax. Pada segmen mesothorax terdapat sepasang sayap depan (forewing), sedangkan pada segmen metathorax terdapat sepasang sayap belakang (hindwing). Kedua segmen ini dikenal secara bersama sebagai pterothorax.
Setiap segmen pada thoraks serangga dibangun dari lapisan keras yang memberikan perlindungan dan struktur pada tubuh. Lapisan ini terbagi menjadi beberapa bagian: bagian atas disebut Notum, berfungsi melindungi area punggung; bagian bawah disebut Sternum, yang melindungi bagian perut; dan bagian samping disebut Pleura, yang menghubungkan dan melindungi sisi tubuh serangga. Struktur ini memungkinkan thoraks menjadi kokoh, mendukung pergerakan, dan melindungi organ-organ internal serangga dari benturan dan ancaman luar.
Pronotum
Pronotum adalah bagian dorsal atau punggung dari sklerit yang terdapat pada protoraks serangga, yang sering kali mengalami modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan fungsi tertentu. Modifikasi pada pronotum ini dapat bervariasi antara spesies, seperti berkembang menjadi pelindung tambahan atau membentuk struktur yang membantu dalam kamuflase.
Sayap Pada Serangga
Sayap serangga terdiri dari dua pasang yang terbentuk dari helaian kulit sederhana. Gerakan sayap ini dihasilkan oleh otot yang melekat pada dasar sayap di dinding badan. Ukuran dan kepakan sayap menentukan kecepatan terbang serangga. Serangga kecil hingga sedang biasanya memiliki kepakan sayap yang lebih cepat per detiknya.
Bentuk sayap juga dijadikan sebagai salah satu karakteristik utama dalam klasifikasi serangga, di antaranya ada seperti:
Diptera (lalat) dengan satu pasang sayap;
Coleoptera (kumbang) dengan sayap penutup;
Lepidoptera (kupu-kupu) dengan sayap bersisik;
Hymenoptera (lebah) dengan sayap selaput;
Hemiptera (kutu busuk) dengan sayap setengah;
Orthoptera (belalang) dengan sayap lurus.
Berikut Bentuk dan Contoh Sayap Pada Serangga
Kaki Pada Serangga
Berikut Struktur dan Fungsi Pada Kaki Serangga
PERUT (Abdomen)
Abdomen pada serangga terdiri dari 11 hingga 12 ruas dan tidak memiliki kaki. Pada ruas ke-11, terdapat tambahan struktur berupa sepasang cerci yang menyerupai antena sederhana dan terdiri dari 2 hingga 3 segmen. Cerci ini juga memiliki fungsi dalam proses kopulasi. Di bagian ujung segmen ke-12 terdapat struktur yang dikenal sebagai telson atau periproct yang berfungsi sebagai anus. Alat reproduksi pada serangga betina terletak di bagian bawah ventral segmen ke-7 dan ke-8, sedangkan alat reproduksi pada serangga jantan berada di batas belakang segmen ke-9 pada bagian ventral
Pada abdomen serangga, mirip dengan thoraks, setiap segmen terdiri dari tergum dan sternum yang saling terhubung oleh membran di bagian samping. Pada ujung segmen terdapat sepasang organ sensorik yang disebut cerci. Selain sebagai alat sensor, cerci juga berperan dalam proses kopulasi.
Struktur reproduksi pada serangga betina dan jantan tumbuh dari segmen kedelapan dan kesembilan pada abdomen. Pada betina, struktur reproduksi ini disebut ovipositor, yaitu organ yang digunakan untuk meletakkan telur, sedangkan pada jantan disebut aedeagus, yang berfungsi sebagai organ kopulatori. Kedua organ reproduksi ini sering kali dijadikan penanda dalam proses identifikasi spesies.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar